Islam dan teknologi
Oleh Bagas
Tri Nugroho
Mahasiswa
s1 PAI international G000164014
Universitas
Muhammadiyah Surakarta
Islam merupakan agama yang
rahmatanlilalamin. Islam agama yang sempurna, agama yang lengkap di dalamnya terdapat semuaperintah yang cukup dan sangat
detail dan baik bagi semua manusia yang ada di muka bumi. Di dalamnya jugatermasuk
perintah-perintah untuk belajar dan bermajelis ilmu agar allah meningkatkan derajat
diri seorang insan kederajat yang lebih baik. Di dalamnya juga secara tersirat perintah
bahwa pentingnya seorang muslim harus menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi. Nah pada dasarnya ilmu pengaetahuan dan teknologi
ini bisa di kuasai oleh seorang muslim maupun non-muslim. Memang allah memberi kekuaasaan,
kekayaan maupun iptek atau lebih spesifiknya dia Allah memberikan dunia kepada semua
manusia, muslim\non, yang mau berusaha dan dikehendakinya. Kita ambil contoh pada
masa diutusnya nabi Allah Ibrahim, pada masa itu berkuasa seorang yang kuat
yang bisa membawa negeri babilonia menjadi negeri yang maju dan berperadaban
(teknologi yang digunakan di kota babilon sangat maju pada zaman itu). Dan juga
kekuasaan yang dimilikinya sangatlah luas sekitar 1/3 dunia telah di kuasainya.
Dan jugapada masa diutusnya nabi musa berkuasa seorang raja di daerah mesir yaitu
fir’aun, pada waktu itu dia juga membangun bangunan yang sangat tinggi tujuanya
yaitu untuk melihat tuhannyamusa. Hal itujuga di lakukanya dengan teknologi dan
ilmu pengetahuan.
Dan
sebagaimana yang kita ketahui ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini berkembang
sangat pesat. Semua kalangan, umur dan hampir di segala penjuru dapat menikmati
manfaat dari berbagai teknologi terkini.
Namun sangat di sayangkan produsen maupun pengembang dari teknologi-teknologi abad
modern ini mayoritas bukan dari golongan muslim. Mengapa hal ini terjadi, apa
factor-faktor penyebab kemunduran kaum muslimin. Dan mengapa kita tidak segera bangkit
?insyaallah akan saya utarakan pada paragraph berikutnya.
Pada kesempatan
ini saya akan mengulas tentang beberapa factor penyebab kemunduran kaum muslimin.
Kaum muslim pada zaman nabi belum mengembangkan materisecara optimal.
Dikarenakanketerbatasanwaktu, masalahdaridalammaupun luarpemerintahan Madinah,
danjuga tugaspertama yang harus di kerjakan adalah tersampaikanya ajaranislam ini
keseluruh penjurudunia. Dan hal yang perlu di perhatikanadalahkaummusliminpada
zaman nabi di isioleh orang-orang yang bertaqwa bahkan rasultelah mengabarkan banyak
dari sahabat akan masuk surga, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.
Generasi islam pada masa itu yaitu para sahabat nabi melihat akhirat seolah berada
di depan keningnya. Sehinggga orientasi utama mereka adalah akhirat yaitu kehidupan
yang lebih baik dan kekal. Mereka berinteraksi dengan dunia hanyalah sebagai jalan
untuk mencapai ridho Allah di akhirat. Namun terbukti dengan taqwa para
sahabat, ke ‘zuhud’an mereka, Allah bukakan pintu bumi timur dan barat dengan ditundukanya
Persia ditimur dan romawi di barat. Walaupun teknologi yang digunakan pada saat
itu sangat berbeda jauh antara kaum muslimin dan musuh musuhnya. Tetapi Allah berikan pertolongan karena ketakwaan
mereka, denganya teknologi secanggih apapun formasi kura-kura yang di susun
romawi, dan juga pasukan bergajah dari persia, semua luluh lantah dan hancur di
tangan kaum muslimin. Kondisi kaum muslimin pada saat itu juga seadanya tidak
seperti gambaran pasukan dari romawi maupun persia yang berisi kekuatan militer
lengkap dengan persenjataan perang tercanggih pada saat itu. Juga
pasukan-pasukan ini terdiri dari tentara militer terlatih yang bekerja khusus
hanya untuk berperang. Tetapi pasukan kaum muslimin pada zaman itu terdiri dari
rakyat jelata yang sama sekali tidak dilatih untuk perang. Mereka hanyalah
petani, pedagang, peternak dan rakyat biasa yang menjual dirinya kepada jalan
Allah swt untuk mendapatkan ridhonya. Hal ini yang penting kita kaitkan dengan
kondisi kaum muslim pada zaman sekarang, yaitu pada milenium digital, atau abad
modern.
Pada kondisi kaum muslimin sekarang
masyarakat muslim tidak memiliki visi dan misi yang sama maupun mendekati
generasi terdahulu yaitu generasi salaf(sahabat, tabi’in dst). Yaitu orientasi
mereka telah berubah, mereka mulai meninggalkan hakikat mereka sebagai seorang
”muslim”. Ya itu sangat benar, mereka meninggalkan status mereka sebagai
seorang “muslim”. Tapi apakah arti seorang “muslim”itu.. Seorang “muslim” dalam bahasa arab berarti
seorang yang menyerah. Yaitu seorang yang menyerahkan hidupnya kepada Allah
swt. Berarti semua milik hidupnya dan semua orientasi hidupnya hanya untuk
Allah swt. Kondisi kaum muslimin pada saat ini mereka mengaku sebagai seorang
muslim tetapi mereka tidak berperilaku beraktivitas dan berpikir seperti
seorang muslim. Kebanyakan dari mereka justru terbawa arus-arus westernisasi
oleh barat. Nah pada kondisi ini salah satunya mengapa kaum muslimin masih
ketertinggalan dan belum bisa mengalahkan teknologi barat. Kaum muslimin masih
berkiblat dan menjadi “buntut” dari peradaban barat hampir di semua lini kehidupan.
Pada segmen
selanjutnya kami akan menjelaskan tentang pentingnya umat islam untuk menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi. Kenapa umat islam harus menguasai teknologi?
Bahaya apakah yang akan menimpa jika umat islam tidak menguasai iptek? Apa yang
harus kita lakukan untuk mencegah bahaya itu?
Umat islam sangat penting untuk menguasai ilmu pengetahuan
dan teknologi. Umat islam yang menguasai teknologi akan lebih banyak
kontribusinya kepada islam itu sendiri, apalagi pada zaman sekarang yaitu zaman
digital. Pada zaman ini dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk menjaring
kawasan dakwah secara lebih luas terutama para pemuda yang menjadi tonggakk
kebangkitan islam. Pada zaman digital ini hampir semua pemuda memegang gadget
bahkan anak-anak sekalipun. Lalu aplikasi-aplikasi yang membantu pembelajaran
islam juga sangat dibutuhkan
Umat islam harus menguasai teknologi karena umat islam ini
umat yang terbaik dan di amanahkan allah sebagai umat terbaik. Dan juga
tersebatnya dakwah menggunakan teknologi ini sangat efektif dan bisa juga
menjangkau hingga non-muslim missal di televise, internet, social media dan
lain-lain. Umat islam jika menguasai teknologi akan lebih mudah menciptakan
sesuatu yang bermanfaat dan juga sekaligus mengaplikasikan syairah pada teknologi tersebut sehingga para
pengguna tidak kesusahan dalam memakainya, merasanyaman dan memperoleh berkah
dari apa yang digunakanya.
Maka jika umat islam ini tidak menguasai teknologi maka,
yang terjadi adalah orang-orang kafir yang akan menguasai segala bentuk
fasilitas dari teknologi untuk kepentingan mereka. Mereka membuat produk dari
teknologi tersebut tidak tanpa memikirkan syariah dan dampak buruk menurut
ajaran islam. Dan pastinya akan timbul banyak masalah dan fitnah bagi
masyarakat terutama kaum muslimin. Dan juga seperti dunia saat ini fitnah,
celaan, dan strereotype juga disebarkan musuh-musuh islam dalam media berbasis
teknologi, misal amerika dan inggris dalam BBC dan CNN nya turut menyumbang
kedalam pengaruh islamophobia dan Islamic haters di dunia. Misal di Indonesia
metro tv milik james riadui pendukung ahok dan kompas tv milik Charles sangat
berperan aktif dalam menyebarkan fitnah salah satunya dengan membunuh karakter
– karakter ummat islam agar citranya menjadi negative. Kompas tv juga turut
andil dalam blow up kasus pedagang makanan di banten dan berkaitan dengan
dihapusnya 3143 perda syariah di Indonesia.
Maka yang harus kita lakukan sekarang adalah, yang pertama
umat islam harus maju dalam iptek. Agar kemaslahatan ummat bisa kita dapatkan.
Yang ke dua kita umaat islam haruslah menguasai media informasi sebanyak
mungkin karena selain untuk berdakwah media informasi ini sangat penting untuk
mengkonter hal hal negative yang disebarkan oleh musuh-musuh islam. Yang ketiga
adalah kita harus banyak belajar dan beristiqomah dan berjuang semaksimal
mungkin dari apa yang bisa kita lakukan sekecil apapun di ilmu pengetahuan dan
teknologi.
Semoga Allah swt selalu menjaga kita dan mengembalikan
kejayaaan dan kemulian kembali kepada kaum muslimin
Wallau a’lam bisshawab
Tidak ada komentar:
Posting Komentar